Ujian Teratai Bagi Saya

Salam paskibra . . .

  saya I Kadek Arisanjaya
  Sebut saja saya Arik
  dari angkatan XXII

Di bawah ini merupakan pengalaman saya pada saat mengikuti ujian teratai di SMPN 7 Denpasar selama 2 hari 1 malam. “Harap dibaca dengan seksama ya” MERDEKA . . .

Pada tanggal 23 dan 24 akan segera dilaksanakan yang namanya “Ujian Teratai”, nah sebelum dilaksanakannya ujian kita semua di ajarkan bagaimana yang namanya cara bertanya, cara berjalan, dan cara berjalan sambil membawa buku bagi laki-laki maupun wanita.

       Tapi sekitar seminggu sebelum hari H kita sudah diberi tahu oleh para panitia, jadi kita bisa belajar dalam waktu lumayan lama. Yang di pelajari untuk teratai hijaunya adalah buku materi yang diberikan setiap satu minggu sekali oleh kak Efa dan kak Widya yang menjabat sebagai KBTM (Kepala Bagian Teknik Materi).

       Pada hari sabtu sebelum diadakannya ujian teratai kami peserta ujian diberikan barang apa saja yang akan dibawa pada saat ujian teratai berlangsung dan ternyata barang-barang yang akan dibawa sangatlah buuuuuaaaannyyyaakkk … di dalam pikiran saya terlintas sebuah pemikiran yang bisa dibilang pemikiran kebanyakan orang, saya berfikir begini “ kenapa kita disuruh membawa barang sebanyak ini padahal kita hanya tinggal disana selama 2 hari 1 malam” tetapi saya sadar, para panitia menyuruh kita membawa barang sebanyak itu untuk kepentingan kita bukan untuk mereka. Barang bawaan kita mulai dari : bantal, selimut, kardus besar, pakaian adat, dsb. Kami juga dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok gabungan antara SMPN 7 Denpasar dan SMPS Sapta Andika Denpasar, dan saya pun mendapat kelompok 2. Setelah terbentuk kelompok-kelompok tersebut, kami masing-masing kelompok harus membuat yel-yel dan atraksi untuk di tampilkan pada saat malam keakraban.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba ujian teratai yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang. Saya pun berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi dengan membawa 1 tas, 1 koper, dan kardus ukuran besar. Setelah saya sampai di sekolah, kami pun disuruh menunggu di depan sekolah sambil menunggu para panitia mempersiapkan segala sesuatu untuk Upacara pembukaan ujian teratai, nah  sambil menunggu para panitia mempersiapkan segala sesuatunya, saya pun memanfaatkan waktu itu dengan membaca buku materi yang di ujikan nanti siang.

      Upacara pun segera dimulai dan tak pelu banyak diceritakan dalam upacara pembukaan ini karna upacara ini sama saja dengan upacara pada biasanya hanya bedanya pada inti upacaranya. Dalam upacara pembukaan ini inti acaranya adalah penyematan name tag bagi para peserta yag menandai bahwa Ujian Teratai resmi dilaksanakan.

   Acara Ujian Teratai pun segera di mulai. Setelah Upacara Pembukaan kami pun mulai mengumpulkan barang-barang kami seperti mangkok, piring, sendok, garpu, senter, dan masih banyak yang lainnya, setelah itu laki-laki dan perempuan diberikan kamar yang berbeda dan kami diberikan waktu 30 menit untuk menata seisi ruangan tersebut menjadi tempat tidur, tempat baju dan yang lainnya. Setelah selesai menata barang-barang kami di ruangan tersebut kami langsung di kumpulkan di lapangan dan sie acara memberitahukan kepada kami untuk mengambil buku materi yang selama ini kita catat, dan alat tulis beserta kertas “double polio” dan waktu mengambilnya hanya 1 menit saja, setelah itu kami kembali di kumpulkan di lapangan upacara untuk belajar selama kira-kira 20 menit di bawah sinar matahari yang sangat panas setelah itu kami pun di suruh pergi ke ruang multimedia untuk melaksanakan tes teori yang pertama. Kami pun mengerjakan soal-soal itu dengan tenang, setelah usai tes teori kami pun kembali dikumpulkan di lapangan dan sie acara pun berkata. “Taruh alat tulis kalian dalam waktu 1 menit,,, tidak pakai lelet” dan kami pun menaruh buku dengan cepat dan angsung kembali ke lapangan.

    Setelah Tes Teori kami melanjutkan jadwal dengan Pelatihan tes PBB Dinamis untuk para peserta ujian teratai hijau. Oo iya saya lupa menceritakan bahwa para peserta ujian teratai hijau maupun hitam juga dibagi menjadi beberapa kelompok, dan saya mendapatkan kelompok 1 ujian teratai hijaunya, pada saat pelatihan tes PBB dinamis kami melakukan langkah tegak maju, hormat kanan, langkah silang satu dan masih banyak lagi yang lainnya. Setelah pelatihan tes PBB Dinamis yang sangat melelahkan usai kami kembali di kumpulkan di lapangan upacara.

    Kami pun berbaris sesuai dengan kelompok masing-masing dan sie acara pun berkata kembali. “ganti pakaian kalian dengan pakaian adat…!!dalam  waktu 2 menit tidak pakai lelet!” setelah di bubarkan kami pun segera mengganti pakaian kami dengan pakaian adat,  tetapi sesampai disana ada saja teman saya yang tak benar memakai pakaian adat alhasil kami semua pun kena marah dan kata-kata para snior yang paling saya ingat pada saat itu adalah.”kalian ini, pakaian tidak rapi mau ketemu tuhan tidak malu kalian?” setelah dimarah kami pun segera ke tempat ibadah masing-masing, dan saya pun ke padmasana dengan teman-teman saya yang beragama hindu. Setelah selesai sembahyang kami pun kembali lagi ke lapangan upacara dan kami diberitahkan untuk mengganti pakaian kami setelah itu acara pun berlanjut ke sesi makan siang, tetapi kami dikumpulkan dahulu di lapangan dan setelah itu kami baru masuk ke dalam ruang makan tetapi dengan cara jalan jongkok.

     Sampai di ruang makan kami pun mencari kursi yang sudah disiapkan para panitia, kami pun duduk dengan posisi yang tegap dan kami pun di ajarkan bagaimana cara makan yang baik dan benar setelah itu kami pun berdoa dan langsung memakan makanan yang sudah disiapkan oleh para panitia dengan cara yang sudah diajarkan tadi sebelum berdoa dan selesai makan kami pun di beritahukan untuk menyuci piring kami sendiri di tempat yang sudah disediakan oleh para panitia. Setelah itu kami kembali dalam kegiatan yang sudah direncanakan oleh para panitia yaitu Tes Teori 2 dan kami pun kembali ke dalam ruang multimedia untuk ujian. Setelah itu kami di berikan waktu istirahat dan bagi agama muslim dipersilahkan untuk beribadah ketempat yang telah ditentukan sedangkan agama yang lainnya di persilahkan untuk beristirahat selama kurang lebih 30 menit dan mengganti pakaian dengan pakaian olahraga

   Kami di kumpulkan lagi di lapangan untuk pemanasan tetapi kami harus memakai celana olahraga yang bisa dikatakan sangatlah tinggi (seperti jojon) dan tak kami sangka bahwa pemanasannya adalah lari mengelilingi SMPN 7 Denpasar dengan celana yang sangat tinggi, saya pun berkata pada diri saya sendiri “waaaw saya seperti kembali ke dalam masa 70-an dengan mengenakan celana tinggi begini” setelah selesai mengelilingi SMPN 7 Denpasar kami pun kembali ke lapangan dan segera mengadakan olahraga game yaitu mengambil kelereng dengan sendok secara estafet dengan hadiah bagi yang menang yaitu 1 buah pocari sweet ukuran tanggung tetapi kelompok saya tidak menjadi juara untuk game itu, yah walaupun begitu tetapi kami dengan riang mengikuti game itu.

     Setelah itu kami pun di berikan waktu untuk mandi, aaaaasssssssiiiiiikkk akhirnya tubuh ini segar kembali setelah melaksanakan aktivitas selama hampir satu hari penuh, tetapi mandinya hanya dalam waktu 10 menit dan belum lagi harus bergiliran dengan teman-teman laki-laki, karena laki-lakinya ada 12 orang kami hanya disiapkan 2 kamar mandi jadi kami mandi pun harus berbarengan.

     Setelah mandi pun kami melanjutkan kegiatan yaitu sembahyang dan setelah itu kami kembali ke ruang makanan yang pastinya untuk makan malam. Pada makan malam kali ini sama saja seperti makan siang. Setelah itu kami pun bersiap untuk melakukan tes teori yang terakhir di ruang multimedia. Suasana Tes teori yang terakhir lebih tenang dan ditambah dengan udara yang sangat sejuk. Setelah selesai Tes Teori banyak teman-teman saya yang gembira padahal mereka tidak tahu mendapat nilai berapa dan mereka akan lulus atau tidak.

      Kami pun disuruh mengambil jaket dan autan karena kita akan melaksanakan malam keakraban di lapangan upacara dengan hanya diterangi cahaya lampu senter. Nah acara ini bagi saya sangat tidak bisa dilupakan karena rasa kebersamaan kami makin erat terjaga satu dengan yang lainnya. Tiap-tiap kelompok pun menampilkan atraksinya masing-masing dan ternyata yang mendapat poin terbanyak adalah kelompok 1 ,,,, walaupun kelompok saya tidak mendapat poin terbanyak tetapi saya bangga karena saya sudah menampilkan yang terbaik dan hubungan kekeluargaan kami semakin erat. Setelah itu para panitia tercinta mengadakan seperti malam renungan kami disuruh memejamkan mata dan tak saya sangka malam renungan itu sangatlah tenang tidak ada teriakan-teriakan dari para panitia,,,, kami pun sangatlah tenang dengan diiringi music yang sangat tenang membuat hati kami sangatlah menjadi sejuk dan nyaman, banyak saya mendengar tangisan dari teman-temn pada saat malam renungan dilaksanakan,,, dan kak Diah pun berbicara banyak seperti menasehati kami setelah malam renungan itu selesai kami pun melaksanakan apel malam dan selanjutnya kami dipersilahkan untuk beristirahat di kamar kami masing masing.

      Kami pun tidur dengan sedikit gangguan nyamuk yang mengitari kepala kami, tetapi kami pun tidak tahu bahwa nanti tengah malam akan dilaksanakan seperti t.o ya sebut saja jeritan malam, para panitia pun membangunkan kami pada saat tengah malam dan kami pun di perintahkan untuk merayap dari kamar kami sampai ke tengah lapangan upacara walaupun seperti nyawa kami masih tertinggal di kamar,,, dan semua panitia pun beraksi %%^$#$@@#@@%^&(&()!@! Yah bisa diartikan sendiri apakah itu. Setelah selesai jeritan malam tersebut yang sangat menguji mental kami akhirnya kami dipersilahkan untuk tidur dan melaksanakan aktivitas di pagi hari esok.

   Ke esokan harinya di pagi hari kai pun melaksanakan senam, dansa, masih banyak lagi setelah melaksanakan senam pagi kami pun melaksanakan bersih-bersih di dalam lingkungan sekolah saja setelah itu kami pun mandi seperti kemarin setelah itu kami pun sembahyang pada tempat masing-masin. Sehabis itu kami langsung sarapan pagi dan ternyata menunya adalah roti, kacang hijau, dan madu,,, setelah selesai sarapan pagi kami disuruh mengambil alat tulis kami dan segera ke aula untuk mendengarkan seminar dari mantan Pembina kami yaitu bapak Moh. Jakob dengan tema seminar yaitu “Kepemimpinan” bagi saya seminar itu sangat berarti bagi saya karena menambah pengetahuan saya sendiri tentang kepemimpinan. Setelah itu kami mengikuti tes PBB statis setelah itu kami sembahyang pada tempatnya masing-masing.

    Pada saat makan siang kami pun kembali ke ruang makan dan sambil menunggu makanan yang akan di berikan. Makan siang ini adalah makan siang yang tak akan saya lupakan sepanjang masa karena pada saat makan siang itu kami menyantap makanan yang sangat-sangat tidak bisa kami lupakan yaitu Nasi Goreng Bandung, saya pun tak tahu kenapa dikatakan begitu dan ternyata nasi itu adalah nasi bungkus kami yang di jadikan satu dalam suatu kresek dan kami pun memakannya bersama-sama walaupun rasa tidak mengenakan tetapi rasa kebersamaannya semakin erat terjaga dan setelah itu Tes yang paing melelahkan dilaksanakan yaitu Tes PBB Dinamis untuk yang ujian teratai hijau sedangkan yang teratai hitam pergi ke aula.

      Walaupun rasa lelah ditubuh kami tetap kami tetap semangat melaksanakan Ujian terakir itu, setelah itu kami pun di berikan waktu istirahat di bawah pohon yang rindang. Setelah selesai beristirahat kami pun diperintahkan untuk membersihkan camp selama 30 menitsetelah selesai membersihkan camp yang sangat melelahkan kami pun mendapat waktu untuk mandi dan beristirahat lagi. Setelah itu kami pun kembali ke lapangan untuk acara selanjutnya yaitu pengembalian barang-barang peserta ujian Teratai dan setelah itu diadakan Gladi Upacara Penutupan.

       Pada saat Upacara Penutupan Dibacakan Peserta terbaik ujian teratai hijau dan hitam dan ternyata saya tidak mendapat gelar peserta terbaik tetapi walaupun begitu saya tetap bangga karena saya sudah lulus pada saat ujian teratai. Pada saat dibacakannya peserta yang lulus saya kaget kenapa banyak sekali yang tidak lulus padahal mereka semua sudah berusaha dengan sebaik-baiknya, saya pun bertanya-tanya pada diri saya sendiri antara senang karena sudah lulus dan sedih karena banyak teman-teman saya yang tidak lulus. Akhirnya pada saat selesai foto-foto pertanyaan saya pun terjawab semua teman-teman saya akhirnya lulus hati saya pun sangat gembira karena teman-teman saya sudah lulus termasuk saya. Ujian Teratai pun resmi telah selesai atau ditutup kami pun dipersilahkan untuk kembali ke rumah masing-masing

Di atas adalah Cerpen saya yang mengenai  Ujian Teratai

Mohon maaf apabila ada salah kata  yang tidak berkenan dihati para pembaca sekalian

Saya ucapkan “ SALAM PASKIBRA dan MERDEKA “

3 Komentar

  1. kenal anggita chandra gak sis?

    • kak anggita angkatan 9 ya kak ???

  2. kejam banget sie acaranya ngasi waktu cuma 1 menit. . :p
    hahahahaha. .


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.